Berita

Mataram, NU Online Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan seperti yg telah dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan agama. Islam adalah agama yang ramah, toleran dan cinta damai.

SURABAYA – Senin pagi (23/11) sebagaimana dijadwalkan, KRI-593 yang membawa kontingen Santri Bela Negara akan bersandar di Tanjung Perak Surabaya. Sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, peserta akan disambut dalam Apel Militer oleh PWNU Jatim, Pangarmatim, Wagub Jatim, dan Sekjen

JAKARTA – Masih dalam rangkaian memperingati Hari Santri 22 Oktober, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AL, Riset dan Teknologi Ditjen Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Lembaga Persahabatan Ormas Islam, menggelar

Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU menggelar pendidikan, pelatihan, pengelolaan media di lantai lima gedung PBNU, Jakarta pada Sabtu (11/11). Kegiatan yang diikuti para admin pengelola dan website dan media sosial di lembaga dan banom NU tersebut merupakan pertemuan kedua

Mengenang jasa pahlawan pejuang yang dilakukan oleh para ulama dan kiai dan santri dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari tangan para penjajah. Maka Presiden RI Joko Widodo secara resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Tentunya

Ratusan santri dari berbagai pesantren dan sekolah Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, menggelar rangkaian kegiatan selama tiga hari, sebagai syukuran memperingati peristiwa Resolusi Jihad NU, serta apresiasi atas penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo. Pengasuh

Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Lukman ditanyai tentang kesiapan deklarasi Hari Santri Nasional yang ditetapkan pada 22 Oktober. “Secara khusus tadi beliau (Presiden Jokowi) menanyakan tentang persiapan dalam

Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri setiap 22 Oktober. Penetapan Hari Santri ini dinyatakan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. “Artinya, (penandatanganan ditetapkan) pada hari ini,” kata Pramono Anung, Sekertaris Kabinet, di kantor Presiden, Kamis, 15