Berita

Hari ini tahun keempat Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Setelah sebelumnya peran kaum santri diakui negara melalui Kepres No. 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Tanggal 22 Oktober sebagai HARI SANTRI, tahun ini kaum santri

Akhir-akhir 2016, sempat menjadi minggu-minggu yang berat bagi seorang Muhammad Sulton Fatoni. Itu setelah ia makin jelas mengetahui riwayat radang usus yang dideritanya. Medis menyebutnya colorectal cancer. Sejenis kanker yang menyerang saluran pencernaan. Auto imunnya terus menurun. Di akhir-akhir tahun

Jakarta, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali mengeluarkan instruksi kepada seluruh pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama diseluruh Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2018 dengan mengambil tema “Dedikasi Santri Untuk Indonesia Mandiri”

Download Tawasul Nariyah (1)

Ikrar Santri Indonesia بسم الله الرحمن الرحيم أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia berikrar: Sebagai Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam

AMANAT KETUA UMUM PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA PADA PERINGATAN HARI SANTRI TANGGAL 22 OKTOBER 2017   السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

Hari Santri 22 Oktober 2017 yang tinggal menunggu hari bakal diperingati dengan meriah di Ibu Kota. PWNU DKI untuk kali pertama akan menggelar Kirab Hari Santri. Kirab ini akan menapak tilasi 5 Pondok Pesantren penting di Jakarta. “Konsep tetap merujuk