Wujudkan Kemandirian, NU Kendari Luncurkan Koin NU
25 November 2020 Share

Wujudkan Kemandirian, NU Kendari Luncurkan Koin NU

KENDARI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, meluncurkan kotak infak (Koin) NU. Peluncuran Koin NU ini menjadi bagian dari rintisan program Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara.

Sebagaimana telah berjalan di mayoritas PCNU di Pulau Jawa, Koin NU berada dibawah koordinasi LAZISNU. Koin NU tak lain merupakan ikhtiar sekaligus edukasi LAZISNU kepada Nahdliyin khususnya untuk semakin gemar bersedekah.

Peluncuran Koin NU yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilangsungkan di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Kendari, Sultra, Ahad, 22 November 2020. Sejumlah Pengurus PWNU Sultra dan PCNU Kendari nampak hadir meski dengan pembatasan jumlah jamaah.

Ketua PWNU Sultra KH Muslim mengatakan, launching Koin NU adalah bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian jam’iyah dan jamaah NU.

“Dengan diresmikannya Koin LAZISNU Provinsi Sultra dimulai dari Kota Kendari ini, semoga bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata dia.

Selain meluncurkan Koin NU, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dirangkai dengan peresmian Raudhatul Athfal (RA) Muslimat NU dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU.

“Khusus RA Muslimat NU dan MI Ma’arif NU ini adalah unit pendidikan yang pertama berada di bawah naungan NU Sultra, alhamdulillah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Kendari Muhammad Saleh, mengungkapkan, warga NU Kendari kini harus bangga, karena sudah memiliki unit pendidikan di bawah binaan NU langsung. Hal ini memberikan kesempatan yang baik untuk mengenalkan tentang NU dan ajaran-ajarannya kepada generasi bangsa sejak dini.

“Dengan dibukanya unit pendidikan baru ini menjadi bibit tumbuhnya kader-kader NU, dan menjadi penggerak untuk melestarikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari,” ucapnya.

Mambaus Sholihin Kendari, Amanah KH Masbuhin Faqih

Sementara itu, Mambaus Sholihin Kendari adalah pondok alumni yang berdiri di atas tanah wakaf berukuran 15×26 meter. Pondok berawal dari keprihatinan salah satu warga di Kendari melihat keseharian anak-anak di lingkunganya, kurangnya aktivitas mengaji dan belajar Agama.

Dari kegelisahan itu seorang dari Kendari sowan kepada KH Masbuhin Faqih, pengasuh Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik bermaksud mewakafkan tanah beserta bangunan yang ada di Kendari. Perkembangan berikutnya, diutuslah HIMAM (Himpunan Alumni Mambaus Sholihin) yakni sepasang santri suami istri untuk mengelola wakaf tersebut. (*)