Wali, Kiai, dan Bung Karno Diziarahi Kirab Hari Santri
18 September 2016
4 comments
Share

Wali, Kiai, dan Bung Karno Diziarahi Kirab Hari Santri

Sejumlah makam wali dan kiai akan menjadi tempat tujuan ziarah peserta Kirab Hari Santri Nusantara yang akan dimulai pada 13 Oktober nanti. Ziaran tersebut di puluhan tempat yang akan dilalui kirab dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten).

Panitia Peringatan Hari Santri Nasonal Ishfah Abidal Aziz kepada NU Online Sabtu malam (17/9) merinci nama wali dan kiai yang akan diziarahi tersebut, yaitu pada hari pertama, setelah bertolak dari Banyuwangi akan ziarah ke makam KH R. As’ad Syamsul Arifin di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Asembagus, Situbondo.

Keesokan harinya, 14 Oktober akan berziarah ke makam Ziarah ke makam KH Abdul Hamid di Pasuruan. Lalu ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura. Kemudian kembali ke Surabaya, berziarah makam Sunan Ampel.

Setelah itu, peserta kirab menuju ke Jombang. Mereka berziarah ke KH Muhammad Tamim Romli di Rejoso dilanjutkan ke Pesantren Tebuireng. Di pesantren tersebut akan menziarahi 3 tokoh penting NU yaitu Hadratussyaikh KH Hasyim As’ari, KH Wahid Hasyim, dan ke KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kemudian dilanjutkan ziarah ke KH Bisri Syansuri di Denanyar. Disambung kemudian ke Tambakberas, ke makam KH Wahab Chasbullah.

Tujuan ziarah selanjutnya adalah makam Proklamator Kemerdekaan Indonesia Soekarno di Blitar. Kemudian di Ponorogo berziarah ke makam KH Hasan Besari di Tegalsari. Selanjutnya makam KH Ageng Basyariah dan Kyai Muhammad bin Umar di Madiun.

Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Kirab Santri Nusantara yang akan diikuti sekitar 100 orang dari PBNU yang terdiri perwakilan lembaga dan banom NU, juga akan berziarah ke makam-makam KH Muslim Imampura, KH Ali Maksum, KH Munawwir, KH Nur Iman, KH Dalhar Watucongol.

Sementara di Jawa Barat akan berziarah ke makam KH Ilyas Ruhiat dan di Banten ke makam KH Abuya Muhammad Dimyati.

Di kota-kota yang akan dilewati, peserta kirab juga akan bersilaturahim dengan kiai, santri di sejumlah pondok pesantren, serta kantor-kantor PCNU. Kemungkinan jumlah kiai yang diziarahi, akan bertambah. Selain itu, juga akan dilaksanakan santunan kepada dhuafa.

Perjalanan Kirab Hari Santri Nasional tersebut akan berakhir pada tanggal 21 Oktober. Kemudian esok harinya, 22 Oktober akan digelar upacara bendera rencananya di Lapangan Banteng atau Tugu Proklamasi, Jakarta. (Abdullah Alawi)

Comments

  1. santi BlokAgung
    santi BlokAgung Oktober 18, 06:15
    satu hal jangan dilupakan masyarakat indonesia adalah.jangan lalaikan perjuangan santri dan kiay dulu ketika melawan penjajahan... hidup santri indonesia....
  2. Robitulhuda Muchlas/Santri Salafiyah Kota Pasuruan
    Alhamdulillah, kami sangat mendukung dengan adanya Hari Santri Nasional. Sehingga kaum bersarung lebih diakui di mata Pemerintah Indonesia.
  3. RobitulhudaMuchlas/SantriSalafiyahKotaPasuruan
    alhamdulillah. kami sangat mendukung dengan adanya peringatan Hari Santri Nasional. Sehingga Kaum Bersarung lebih diakui di mata Pemerintah Indonesia.
  4. herman
    herman Oktober 22, 09:36
    Bagus dengan hari santri ñasionall sbg ujud pengamalan panca silà Boleh usul ga nih : HARI TOLERANSI BERAGAMA NASIONÀL kapan ya diadain soalnya NKRI boleh jadi contoh yang baik tentang toleransi antar agama2 didunia ini terhindar dari saling benci saling serang tapi damai sentosa adamya dalam kehidupan bersama se-hari2 amin

Komentar

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *