SCIENTIST MUDA LP MA’ARIF NU GRESIK JUARA RUNNER UP I2ASPO 2020
25 Januari 2021 Share

SCIENTIST MUDA LP MA’ARIF NU GRESIK JUARA RUNNER UP I2ASPO 2020

GRESIK – LP Ma’arif patut berbangga. Beberapa siswa dalam naungan lembaga pendidikan NU ini berhasil meraih juara dalam Indonesia International Applied Science Project Olympiad 2020 (I2ASPO). Sedikitnya 5 siswa yang tergabung dalam kelompok peneliti muda menyabet medali untuk kategori Silver Medal (runner-up) level SMA, pada Rabu 23 Desember 2020. 

Kelima siswa tersebut antara lain; Nikita Khoirunnisa (XII MIA), Khozinatul Mahmudah (XII MIA), Windi Nur Apriliya (XI MIA), Sa’diyyah Divamia Amanda (XI MIA) dan Siti Nur Hamidah (X MIA). Kelimanya berasal dari SMA Hidayatus Salam Lowayu, Dukun, Gresik, Jawa Timur. 

Penelitian ilmiah yang dilakukan kelompok scientist muda ini sebenarnya sederhana saja. Yaitu tentang salep penyembuh luka yang berasal dari rumput grinting (Cynodon Dactylon). Dalam paparan risetnya, mereka memberi judul “SALTING” Grinting Grass as a Wound Healing Oinment.

Diketahui, bahwa rumput grinting menjadi gulma yang sangat merugikan pada lahan pertanian maupun perkebunan di daerah sekitar Lowayu. Padahal rumput ini mengandung minyak esensial triticin 12,4% dan konstituen kimia lainnya yakni glikosida, saponin, tanin, flavonoid, & karbohidrat16.

Untuk memastikan keamanannya, tim peneliti melakukan uji mandiri di Lab SMA Hidayatus Salam. Antara lain uji fitokimia, uji daya lekat, uji daya sebar, uji daya larut dan uji respon konsumen yang didampingi oleh Bapak Tohari Anwar, S.Si.

“Melalui karya dari tim KIR SMA Hidayatus Salam ini membuktikan bahwa tidak ada keterbatasan yang mampu menghalangi seseorang dalam berkarya bahkan dalam kompetisi internasional. Harapan kami ke depan, anak-anak bisa lebih banyak mengahsilkan karya penelitian yang bermanfaat lagi dan mampu menjawab permasalahan masyarakat” terang kepala sekolah SMA Hidayatus Salam Lowayu, Moh. Atho’illah, S.Pd.

Kompetisi bergengsi bidang science ini rutin digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Institut Teknologi 10 November (ITS Surabaya). Pada gelaran Desember 2020, kompetisi diikuti sekitar 450 tim, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Peserta luar negeri antara lain berasal dari Iran, Korea Selatan, Palestina, Filiphina, Hong Kong, Vietnam, Peru, Bosnia, Hezegowina, Turki, USA, Ekuador, Nepal, Singapura, Malaysia, Romania, Republik Belarus, Makau dan Mexico.  (frh)