Santri Bela Negara Dibekali Materi Hukum Laut Internasional hingga Proxy War
22 November 2015
0 comments
Share

Santri Bela Negara Dibekali Materi Hukum Laut Internasional hingga Proxy War

SURABAYA – Senin pagi (23/11) sebagaimana dijadwalkan, KRI-593 yang membawa kontingen Santri Bela Negara akan bersandar di Tanjung Perak Surabaya. Sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, peserta akan disambut dalam Apel Militer oleh PWNU Jatim, Pangarmatim, Wagub Jatim, dan Sekjen KKP.

Selama tiga hari perjalanan, di dalam KRI-593, sedikitnya 808 santri telah mengikuti serangkaian kegiatan berikut sejumlah pelatihan. Diantaranya, santri diberikan pembekalan tentang hukum laut internasional dan keamanan laut, hingga tentang teori proxy war atau perang boneka.

“Santri kita bekali wawasan maritim hingga wawasan mengenai posisi NKRI dalam perang menghadapi konspirasi global,” kata salah seorang LO Pelayaran Santri Bela Negara, Imam Pituduh.

Selain akan disambut dengan sebuah Apel Akbar, peserta Pelayaran Santri Bela Negara selama setengah hari di Surabaya juga akan dikenalkan lebih dekat dengan patung Monumen Jalasveva Jayamahe, sebagai salah satu simbol kebangkitan budaya maritim nusantara. (ZA)

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Komentar

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *