NU akan Gelar Kirab Resolusi Jihad untuk Sambut Hari Santri
8 Oktober 2015 Share

NU akan Gelar Kirab Resolusi Jihad untuk Sambut Hari Santri

NU akan menggelar Kirab Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober mendatang. NU berharap pemerintah akan menjadikan tanggal 22 Oktober tersebut sebagai Hari Santri Nasional.

Namun demikian, ditetapkan atau tidaknya sebagai Hari Santri, kirab revolusi jihad tersebut akan tetap dilaksanakan. Sebab pada pokoknya Kirab Resolusi Jihad diselenggarakan untuk memperingati perjuangan santri pada masa revolusi pasca kemerdekaan.

“Ada pengakuan secara resmi dari negara atau tidak, seandainya tidak keburu karena butuh analisis dan sebagainya oleh pihak Istana, agenda memperingati resolusi jihad KH Hasyim Asyari tetap kita laksanakan,” kata Ketum PBNU Said Aqil Syiradj dalam konferensi pers di PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2015).

Said menjelaskan, pada tanggal 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa berisi kewajiban bagi setiap muslim untuk mempertahankan kemerdekaan. Di situlah peranan santri terlihat begitu menonjol.

“Yang perlu kita tonjolkan adalah peran KH Hasyim Asyari mengeluarkan resolusi jihad sehingga warga kompak menyerang Brigjen Mallaby,” ujar Said.

“Yang pasang bom di mobilnya Brigjen Mallaby adalah santri Tebuireng namanya Harun. Dia juga gugur. Sopirnya Brigjen Mallaby dan Harun tewas. Bung Karno hampir nggak percaya itu,” tambahnya Said.

Sementara itu Sekretaris Panitia Kirab Resolusi Jihad, Ishfah Abidal Azis mengatakan, kirab akan diselenggarakan pada tanggal 16-22 Oktober mendatang dan diikuti seluruh pengurus NU dari pusat hingga ranting. Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain ziarah kolektif napak tilas maqom para wali pendiri NU setempat. Kemudian ada lailatul ijtima’ nusantara yang merupakan ritual rutin nahdliyin untuk bermunajat dan berdoa bersama.

“Ada juga tradisi Walisongo yaitu wayangan dari santri,” kata Ishfah.

Selain itu ada juga ba’sul masail, yaitu diskusi khas ala pesantren. Diskusi tersebut dibagi di beberapa wilayah NU di Indonesia dan akan membahas tentang hari santri dan apa seharusnya yang dilakukan. Serta masih banyak acara lainnya.

“Acara puncak adalah kirab hari santri yang dimulai dari Surabaya hingga Jakarta yakni di Tugu Proklamasi,” katanya.

Selama perjalanan, rombongan kirab akan melewati banyak tempat bersejarah yang sangat erat kaitannya dengan perjuangan ulama terdahulu. Selain itu, ada juga Ekspedisi pelayaran Hari Santri Nasional yang akan diikuti sekitar seribu santri.

“Kami bekerja sama dengan TNI AL,” tutupnya.