Kirab NU DKI Napak Tilasi Lima Pesantren Bersejarah
9 Oktober 2017
0 comments
Share

Kirab NU DKI Napak Tilasi Lima Pesantren Bersejarah

Hari Santri 22 Oktober 2017 yang tinggal menunggu hari bakal diperingati dengan meriah di Ibu Kota. PWNU DKI untuk kali pertama akan menggelar Kirab Hari Santri. Kirab ini akan menapak tilasi 5 Pondok Pesantren penting di Jakarta.

“Konsep tetap merujuk pada kirab yang digelar PBNU di tahun-tahun sebelumnya. Kami akan mengunjungi pesantren-pesantren tua yang didirikan para pendiri dan pejuang NU di DKI,” kata Sekretaris Panitia Hari Santri PWNU DKI, HM Bahaudin usai rapat koordinasi di Kantor PBNU di Jl. Karamat Raya, Senin siang (9/10).

Bahaudin menjelaskan, sebanyak 99 orang peserta Kirab, terdiri dari unsur Pengurus Cabang serta Banom dan Lembaga, akan memulai perjalanan Kirab pada Sabtu, 21 Oktober pukul 08.00 pagi dari Ponpes Al Misbah di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Rombongan akan menuju Ponpes Azziyadah, Klender, Jakarta Timur. Lalu dilanjutkan ke Ponpes Darun Najah, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ke Ponpes Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, dan finish di Ponpes Al Itqon, Duri Kosambi, Jakarta Barat.

“Di pesantren para kiai NU tersebut kami akan sowan masyayikh, bermuwajjahah dengan para santri, dan berziarah ke makam para sesepuh,” jelasnya.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI-NU) ini memperkirakan, di pesantren Al Itqon rombongannya akan tiba pukul 17.00. Usai prosesi penyambutan dan penyampaian ijazah doa, rombongan akan istirahat sejenak, dan malamnya akan langsung lanjut bergabung ke Masjid Hasyim Asy’ari untuk mengikuti pembacaan 1 milyar sholawat nariyah.

“Kebetulan di Masjid Hasyim Asy’ari sudah disusun agenda nasional oleh PBNU yakni membaca 1 milyar sholawat nariyah serentak,” urai Bahaudin.

Sekretaris PWNU DKI H. Muallif ZA berharap, peringatan Hari Santri di DKI dapat memupuk semangat kebangsaan para santri khususnya dan anak-anak muda Jakarta pada umumnya. Menurutnya, banyak teladan kepahlawanan santri yang bisa dicontoh dari pejuang-pejuang kemerdekaan di Jakarta. Mereka antara lain KH. Noer Ali, KH. Marzuki bin Mirshod, Haji Darip Klender, dan Guru Mughni.  (DS)

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Komentar

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *