Archive

Dalam telaah tentang peristiwa pertempuran 10 November 1945 yang menjadi Hari Pahlawan, sejumlah tanda tanya yang muncul terkait latar belakang peristiwa tersebut muaranya selalu mengarah kepada satu peristiwa yang berangkaian satu sama lain yang tidak bisa dihapuskan salah satunya sebagai

Oleh Zainul Milal Bizawie –Apa yang dikhawatirkan Pangeran Hendrik, seorang Pangeran Muda Belanda berusia 16 tahun ketika mendatangi Pangeran Diponegoro di tempat pengasingannya, kiranya terbukti ketika terjadi revolusi fisik 1945-1949. Meskipun Belanda harus menghadapi Indonesia secara militer dan diplomasi, namun

Hari ini, 22 Oktober, 67 tahun lalu PBNU menyerukan Resolusi Jihad di Surabaya untuk menyikapi perkembangan situasi yang menunjukkan gelagat bakal berkuasa kembalinya penjajah Belanda melalui pemerintahan yang disebut NICA. Pada awal Oktober 1945, tentara Jepang di Semarang dan Bandung

Peran dan kontribusi NU terhadap eksistensi dan tegaknya NKRI tidak bisa dibantah. Resolusi Jihad NU, 22 Oktober 1945 cuplikannya

PENULIS: KH. AGUS SUNYOTO Malam hari tanggal 22 Oktober 1945, 66 tahun silam, dalam pertemuan di Kantor Ansor Surabaya, yang dihadiri konsul-konsul se-Jawa dan madura, Rais Akbar PBNU  KH Hasyim Asy’ari, menyampaikan amanat berupa pokok-pokok kaidah tentang kewajiban umat Islam,

NU akan menggelar Kirab Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober mendatang. NU berharap pemerintah akan menjadikan tanggal 22 Oktober tersebut sebagai Hari Santri Nasional. Namun demikian, ditetapkan atau tidaknya sebagai Hari Santri, kirab revolusi jihad tersebut akan tetap dilaksanakan. Sebab

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengatakan dukungan agar tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional semakin besar. Said Aqil mengklaim sebanyak 12 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) yang

Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Hal ini telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari TNI hingga ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). “Baik diresmikan ataupun